Ordinary Human

Just Want To Be Usefull

Agar kesuksesan tak menipu

on September 17, 2012

Oleh: Mochamad Bugi
dakwatuna.com – “Tiada suatu bencana pun yang
menimpa di bumi ini dan (tidak pula) pada dirimu sendiri,
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh)
sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang
demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang
demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap
apa yang luput dari kamu dan agar kamu jangan terlalu
gembira dengan apa yang Dia berikan kepada kamu dan
Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi
membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)
Kehidupan dunia bersifat fana. Sementara. Persis seperti
kuncup bunga yang mekar dan wangi. Setelah itu jatuh
gugur dan mengering disapu angin lalu. Tak beda dengan
embun pagi. Kala mentari mulai meninggi, embun
menguap tanpa meninggalkan jejak yang berarti.
Begitulah hakikat dunia. Karenanya segala kesenangan
yang kita kecap adalah sementara. Kesusahan yang
membelit pun fana. Keyakinan seperti ini adalah vitamin
bagi jiwa kita untuk bisa membangun kekuatan tawazun
(keseimbangan). Jiwa kita tak akan dipenuhi kesombongan
dan over rasa bangga kala meraih kesuksesan dan
mengecap kesenangan. Hati kita pun tidak merasa sempit,
putus asa, apalagi rapuh tatkala dirundung musibah dan
kegagalan.
Sikap tawazun akan terasa lezat kita kecap manakala jiwa
kita melepas rasa belenggu kesusahan dan kebingungan
dengan berupaya meminta bantuan kepada Allah Yang
Mahakuat dan Mahakaya. Bersamaan dengan itu, kita
tapaki jejak-jejak amal usaha yang bisa menjadi sebab
ikhtiar kita untuk keluar belenggu dari kesusahan. Setelah
itu, kita ridha dengan apa hasilnya dan pasrah pada
ketentuan Allah swt. yang Mahatahu dengan maksud
kehendak-Nya atas diri kita.
Sebagai mukmin sejati, kita berhajat betul pada cara
pandang seperti itu agar hidup kita bisa lurus. Agar benar-
benar mengurat-akar dalam jiwa, kita butuh contoh. Dan
cukuplah bagi kita kisah ketawazunan para nabi dan
orang-orang shalih terdahulu. Itulah cermin bagi langkah-
langkah kita menapaki kefanaan ini.
Sejarah orang-orang shalih mengajarkan kepada kita
bahwa setiap keberhasilan di dunia nilainya terletak pada
tujuan kita. Pada niat untuk apa sesuatu itu kita capai. Bila
kesuksesan yang kita rengkuh itu bertujuan untuk
kebaikan diri kita dan umat manusia, maka kesuksesan itu
kebaikan dan keberkahan bagi kita. Namun bila
kesuksesan itu tidak kita kaitkan dengan akhirat melalui
niat ikhlas, maka kesuksesan itu adalah sementara.
Kesuksesan yang menipu.
Sebaliknya, jika kita gagal, kita perlu mencari tahu sebab-
sebabnya. Dan kita yakin betul bahwa kegagalan yang
tidak mengakibatkan kemunduran diri kita dari hal-hal
yang bersifat ukhrawi adalah bukan kegagalan yang hakiki.
Karena kesuksesan yang hakiki adalah kesuksesan yang
berkenaan dengan kehidupan akhirat. Camkan ayat berikut
ini.
“Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan
ke surga, maka sesungguhnya ia beruntung. Dan
kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdaya.” (Ali Imran: 185)
Sungguh apa yang tersedia dalam kehidupan dunia ini jauh
lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan apa yang
dicita-citakan dan diangankan manusia. Karena itu,
beruntunglah orang yang selalu menghubungkan apa-apa
yang diperolehnya di dunia di sepanjang hidupnya dengan
akhirat yang sangat luas dan kekal.
Jangan biarkan diri kita menyerah dengan kondisi kekinian,
baik berupa kesenangan maupun kesusahan. Kita harus
selalu mengarahkan pandangan pada akibat, dengan itu
kita akan keluar dari kungkungan kekinian menuju ke masa
depan yang luas
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah
dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18) []
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2008/agar-
kesuksesan-tak-menipu/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: