Ordinary Human

Just Want To Be Usefull

4 Tingkatan wudhu

on September 4, 2013

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Wudhu memiliki
empat tingkatan kualitas. Bagaimanakah kualitas
wudhu kita?
Dalam tradisi Islam berwudhu merupakan salah
inti dari sebuah ajaran islam. Dalam kitab-kitab
klasik Islam, berwudhu (taharah) termasuk bab-
bab awal yang ditekankan oleh ulama untuk
memahaminya secara menyeluruh.
Karena berwudhu ini menjadi sangat penting dan
bahkan kunci dalam beribadah. Maka tidak sah,
ibadah yang kita lakukan tanpa dengan berwudhu
(bersuci).
Imam Al Ghozali menjelaskan secara cerdas
membahas bab toharoh(bersuci) di Kitab
Mursyidul Amin-nya bahwa dalam melaksanakan
wudhu adalah kunci ibadah. Artinya, tidak akan
sah ibadah tanpa berwudhu.
Selain itu Imam Al Ghozali juga membuat
tingkatan-tingkatan wudhu yang dilakukan oleh
seorang muslim. Tidak bisa seorang muslim
mencapai derajat yang tertinggi sebelum melewati
derajat yang terendah. Yuk kita lihat..,
1. Wudhu untuk membersihkan dari hadas
(kotoran dan najis) …
Inilah tingkatan terendah dari kualitas wudhu
seorang muslim. Pernah mendengar pertanyaan,
“mengapa yang buang angin dibelakang, tetapi
yang disiram bukan bagian itu tetapi bagian yang
lain?”.
Salah satu esensi berwudhu adalah
menghilangkan hadast (kotoran dan najis).
Membersihkan anggota fisik dari kotoran. Apabila
kita buang air kecil, air seni ya disiram dan
membersihkan air seni tersebut yang menempel
di tubuh kita. Kalau ada kotoran seperti daki,
bekas cat, dll. Ini adalah tingkatan terendah
wudhu seseorang. Menghilangkan kotoran dan
najis dari fisik kita.
Secara sederhana, tingkatan wudhu dalam kondisi
ini contohnya adalah, ketika kita berkumur di
mulut sambil menggosok-gosokan gigi dan
menghilangkan kotoran sisa makanan di gigi.
Begitu juga ketika membersihkan hidung, kita
harus bersungguh dalam mengeluarkan kotoran
hidung kita secara sempurna. Begitupun untuk
seluruh anggota wudhu.
2. Wudhu untuk membersihkan anggota badan
(fisik) dari perilaku dan dosa …
Tingkatan berikutnya dalam berwudhu adalah
wudhu untuk membersihkan anggota badan fisik
dari perbuatan dan tindakan tercela. Bukan hanya
membersihkan dari kotoran semata, wudhu
perilaku ini sambil menghayati setiap
membersihkan anggota wudhu kita juga berdo’a
dan berharap kepada Allah untuk terhindar dari
perilaku anggota wudhu tersebut.
Contohnya, ketika kita membersihkan mulut tidak
hanya membersihkan kotoran tetapi juga sambil
berdo’a dalam hati “Ya Allah bersihkanlah mulut
ini dari omongan yang menyakiti hati orang lain,
perkataan yang tidak berguna dan suka
membicarakan keburukan orang lain”.
Begitu juga ketika kita membersihkan wajah kita,
dalam hati kita berdo’a “ Ya Allah hindarilah mata
ini dari melihat, mencium dan mengatakan yang
tidak halal”. Begitupun seterusnya untuk anggota
wudhu lainya.
3. Wudhu untuk membersihkan hati dari ahlak
tercela …
Setelah dua tingkatan tersebut, tingkatan wudhu
berikutnya adalah me-wudhukan hati dan
perasaan kita dari sifat-sifat hati yang dilarang
Allah. Berwudhu pada tingkatan ini, kita harus
berusaha membersihkan hati dari sidat iri,
dengki, ujub, riya dsb yang merupakan kotoran-
kotoran hati. Wudhu ini sulit dilakukan. Kita tidak
bisa melewati tingkatan di wudhu ini tanpa
melewati dua tingkatan wudhu di atas.
4. Wudhunya Para Nabi dan shadiqin …
Ini tingkatan wudhu yang paling akhir dengan
derajat paling tinggi. Yaitu wudhunya para nabi
dan shadiqqin.Tidak bisa dibayangkan seperti apa
sempurna-nya wudhu Para Nabi dan shadiqqin
ini, selain menyempurnakan wudhu dengan
pembersihan fisik dari kotora , perilaku tercela
dan hati yang tidak baik, Para Nabi
menyempurnakan wudhu-nya ini dengan
membersihkan segala sesuatu yang mengotori
pengabdianya kepada Allah SWT.
Termasuk kondisi tidak khusyuk, (saya semakin
sulit menjelaskanya, karena dialah yang
merasakanya).
Dengan mempelajari empat tingkatan berwudhu
yang disampaikan oleh Imam Ghozali, kita
berusaha bercermin, Bagaimana kualitas wudhu
kita?.
ibadah ini menjadi refleksi bagi kita betapa
kualitas wudhu kita selama ini hanya sebagi
rutinitas dan kewajiban semata ? atau kita ikut
menghayati makna wudhu sebagai media untuk
terus memperbaiki diri. Keep wudhu! …
Wallahu a’lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati
kita yang telah lama terkunci …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: