Ordinary Human

Just Want To Be Usefull

JALANKU TERSENDAT MENUJU SURGA

on September 19, 2013

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … MIMPIKU
MEMBUAT DIRIKU SELALU ISTIGHFAR PADA ZAT
MAHA PENGATUR • Aku tidak tahu dimana
berada. Meski sekian banyak manusia berada
disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri
dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus
bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua
manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak
mau mengira- ngira.
• Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala
seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya
mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku.
“Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya
begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa
tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil,
tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari
perlindungan dari seseorang yang kukenal
• Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian
bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu,
terdengar suara menggema. Aku baru sadar,
inilah hari penentuan, hari dimana semua
manusia akan menerima keputusan akan balasan
dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula
akan ditentukan nasib manusia selanjutnya,
surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka
yang siap menanti.
• Aku semakin takut. Namun ada debar dalam
dadaku mengingat amal-amal baikku didunia.
Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang
mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan ……… •
Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu
keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan.
Tak lama kemudian, terdengar lagi suara
menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat
lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang
akan menemani Rasulullah SAW di surga yang
indah.
• Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan
bahwa namaku termasuk dalam daftar itu,
mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan.
Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai
juru dakwah. “Kalaulah banyak orang yang
kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku
mantap
• Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan.
Aku masih beranggapan bahwa namaku ada
dalam deretan penghuni surga itu, mengingat
ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku.
Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad
SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas,
sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak
satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum
Muhammad masuk.
• Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal
Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan
senyum manisnya melangkah bahagia sebagai
wanita pertama yang ke surga, diikuti para istri-
istri dan keluarga rasul lainnya.
• Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk
dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah
berjalan tenang dengan predikat Syahid dan
syahidah pertama dalam Islam. Juga para
sahabat lainnya, satu persatu para pengikut
terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke
tempat dimana Allah akan membuka tabirnya.
Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan
diterima para penghuni surga adalah melihat
wajah Allah.
• Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor
yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada
terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang
bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah
itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan
para syuhada dalam berbagai perjuangan
pembelaan agama Allah.
• Sementara itu, dadaku berdegub keras
menunggu giliran. Aku terperanjat begitu melihat
rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari
untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar.
Beberapa dari mereka tersenyum sambil
melambaikan tangannya kepadaku. Sepertinya
aku kenal mereka.
• “Subhanallah, itu si Paijo tukang ketoprak dekat
rumahku,” aku terperangah melihatnya
melenggang ke surga. Paijo, pemuda yang tidak
pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa
sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan
untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Paijo
yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari
asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak
kelaparan.
• Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku
berkata lagi, “Paijo yang tukang mie itu lebih baik
dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang
lain.” Sementara aku, semua hasil keringatku
semata untuk keperluanku.
• Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah
rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-
anak yang selalu menangis kelaparan dimalam
hari sementara sering kubuang sebagian
makanan yang tak habis kumakan.
• “Subhanallah,itu mbah kartijo yang rumahnya
dekat dengan masjid ditempatku,” aku
terperangah melihatnya melenggang ke surga.
Mbah Kartijo, yang miskin tidak punya pekerjaan
tetap,pakaianya selalu kumal,tidak bisa membaca
Al qur’an,tetapi dia selalu kemasjid untuk sholat
dengan membawa sajadahnya yang sudah lusuh.
• Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku
berkata lagi, “mbah Kartijo itu lebih baik dimata
Allah. Ia orangnya sederhana,iklas,apa adanya.”
Sementara diriku, merasa lebih dari yang lainya,
bisa baca Alquran dengan suara yang indah tetapi
tidak pernah kulakukan dengan rasa iklas semata-
mata karena Alloh, jarang ke masjid karena
banyak urusan serta rasanya enggan
meninggalkan rumah yang lebih bagus daripada
masjid .
• Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok
Iyem penjual pecel yang kehadirannya selalu
kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan
rumah dan selalu mendapatkan kata “maaf” dari
bibirku dibalik pagar rumahku. Orang
disampingku berbicara lagi seolah menjawab
setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan,
“Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak
memendam kebencian meski kau tolak.”
• Masya Allah murid-murid pengajian yang aku
bina, mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu,
berbondong-bondong jamaah masjid-masjid
tempat biasa aku berceramah. “Mereka belajar
kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau,
terlalu banyak berbicara dan sedikit
mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa
dipelajari dengan mendengar dari pada
berbicara,” jelasnya lagi.
• Aku semakin penasaran dan terus menunggu
giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian
manusia-manusia dengan wajah ceria, makin
panjang. Tapi sejauh ini, belum juga namaku
terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera
bertemu Allah dan berkata, “Ya Allah, didunia aku
banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh,
banyak membantu orang lain, banyak berdakwah,
izinkan aku ke surgaMu.”
• Orang dengan wajah bersinar disampingku itu
hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya.
Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk
berbicara. “Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi
semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga
Allah, shodaqohmu sebatas untuk memperjelas
status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan
keinginan mendapatkan penghargaan, dan
dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk
orang lain, tidak untukmu,” bergetar tubuhku
mendengarnya.
• Anak-anak yatim, Paijo, mbok Iyem, pengemis
tua, mbah Kartijo, murid-murid pengajian,
jamaah masjid dan banyak lagi orang-orang yang
sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka
lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku sering
beranggapan, surga adalah balasan yang pantas
untukku atas dakwah yang kulakukan, infaq yang
kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan
baik lainnya.
• Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada
mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari
pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada
mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga
dari mereka.
• Akhirnya aku hanya tertunduk dan tak terasa
menetes air mataku,kaki terasa lemas tak kuasa
menahan badan sehingga terduduk serta terus
mohon ampun membaca Istifar………
• Aku terbangun dengan keringat dingin,rasanya
lemas,jantung berdetak keras, saat itu jam
01.00.ku ambil air wudhu untuk sholat malam,
• Yaa Alloh Alhamdullah, Engkau telah ingatkan
hamba MU yang banyak sekali kekurangan ini
• Aamiin………Ya Allah…….
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, …
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat …
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati
kita yang telah lama terkunci …
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-
Nya …
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut
sahabat note ini bermanfaat ….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: